Generic Banner

Sunday, October 25, 2009

Manusia dari air yang hina

MANUSIA DARI AIR YANG HINA





ENGLISH
Firman Allah :


“ Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati(berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah,lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging,dan segumpal daging itu kami jadikan tulang-belulang lalu tulang-belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang berbentuk lain.Maka Maha Suci Allah,Pencipta Yang Pailng Baik. Kemudian sesudah itu sesungguhnya kamu benar-benar akan mati. Kemudian, sesungguh nya kamu sekalian akan dibangkitkan (dari kuburmu) di hari kiamat.”(QS Al Mu’Minuun :12-15).


“ Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan. Dia diciptakan dari air yang terpancar,yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada. Sesungguh- nya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati).” (QS At- Thaariq:5-8)


   Terjalinnya ikatan perkawinan antara pria dan wanita akan berujung pada terbentuknya manusia yang baru. Masing-masing mereka ini menyimpan gen untuk keturunannya sesuai dengan gen yang ada pada pasangan tersebut. Pria memiliki sperma yang tersimpan didalam testis atau biji pelir, sedangkan wanita memiliki ovum atau sel telur yang tersimpan di dalam ovarium. Dalam satu tetes sperma terdapat beribu-ribu sel kelamin jantan yang disebut Spermatozoa, sel ini berbentuk seperti kecambah,berkepala dan berekor. Sel telur wanita yang apabila sudah masak maka ia akan keluar dari ovarium menuju rahim dan menetap disini sampai beberapa hari, jika sel telur itu tidak di isi oleh sperma maka sel telur ini akan pecah dan keluar melalui vagina yang disebut dengan menstruasi. 

      Namun jika sel telur ini di isi sperma maka berlakulah proses kejadian manusia yang dimulai dari pertemuan sperma dan sel telur, dari berjuta-juta sperma yang masuk kedalam rahim hanya satu sperma yang bisa menembus sel telur. Secara otomatis penyatuan satu sperma dan sel telur ini lalu membentuk lapisan agar tidak dimasuki sperma yang lain, dengan penyatuan ini maka sel itu disebut Zigot.

      Dari zigot yang bersel satu ini pembelahan sel pun terjadi,dari satu sel membelah jadi dua, tiga,empat dan seterusnya sampai bermilyar-milyar sel dan menjadi segumpal darah sebagaimana yang disebut ayat diatas. Setelah minggu kedua,segumpal darah ini embrio lalu terus berubah membentuk tulang belakang yang masih berupa urat dan ujung atasnya membulat membentuk kepala dimana pada tahap ini jantung masih berupa urat nadi.

      Pada minggu ketiga embrio ini sama dengan sebulir padi, di saat inilah sebagian gumpalan darah itu membentuk daging,tulang belakang,otak dan sumsum tulang belakang yang mulai berkembang. Pada minggu kelima,kaki dan lengan terbentuk bersama dengan tulangnya yang masih urat nadi. Setelah dua bulan,embrio mulai kelihatan sebagai bayi mungil yang kepalanya lebih besar daripada bagian tubuh lain dan sudah memiliki mata,jari tangan dan kaki yang mulai tumbuh bersamaan dengan mengerasnya tulang, kemudian tulang belulang itu pun ditutupi oleh sel-sel darah yang menggumpal membentuk daging. Di usia yang kelima bulan, bayi ini berputar-putar di dalam cairan ketuban sambil menghisap jempol dan menendang-nendang sangat kuat sampai si ibu merasakannya. Di bulan keenam organ-organ tubuhnya sudah terbentuk dan menjadi gemuk karena lemak mulai tertimbun dalam jaringannya, ia memperoleh sari makanan dan oksigen dari ibunya melalui tali pusat. Setelah mencapai usia yang kesembilan bulan bayi tersebut telah siap untuk dilahirkan. Demikian proses kelahiran manusia yang penjelasannya di terangkan dalam ilmu Biologi, maka Maha Benar Allah dengan segala firman Nya yang tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan modern.

    Tahapan-tahapan perkembangan pun dilalui setiap manusia hingga kematiannya, tahapan itu terdiri dari tujuh tahap sebagaimana adanya tujuh lapis langit,tujuh lapis sorga dan neraka, juga tujuh ayat dalam surah Al-Fatihah. 




Tujuh tahap perkembangan itu adalah :


1. Bayi (0-2 Tahun)
 2. Kanak-Kanak (2-7 Tahun)
3. Anak-Anak (7-12 Tahun) 
 4. Remaja (12-21 Tahun)
 5. Dewasa awal (21-40 Tahun)
 6. Dewasa akhir (40-60 Tahun)
7. Lanjut usia (60 keatas )



    Dalam setiap tahapan ini,sikap dan pola piker berbeda sesuai dengan perkembangan usia dan pengalaman hidupnya dalam berinteraksi dengan lingkungan melalui proses belajar. Teori dalam perkembangan manusia ini terdapat dalam ilmu Psikologi.


Firman Allah:
“Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan)”(QS Al Insyiqaaq:19)

“ Allah menciptakan kamu,kemudian mewafatkan kamu,dan diantara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah(pikun),supaya dia tidak mengetahui lagi.”
(QS An Nahl:70).


     Demikian perjalanan hidup manusia di dunia ini yang secara bertahap akan kembali kepada pada Nya melalui kematian dan menunggu kehidupan selanjutnya di alam kubur, yang mana kehidupan dunia sangat mempesonakan mata lahir dan mematikan mata batin. Maka janganlah tertipu oleh materi yang akan tetap hancur dimakan waktu. Disamping itu ada hal yang tidak akan dimakan waktu yaitu jiwa,akal dan pikiran yang selalu berkembang melintasi ruang dan waktu jika kita mengikuti serta memahami apa yang diajarkan di dalam Al Quran dan Hadist.